I. PERISTIWA / FACT
A.
Latar Belakang
Literasi
Digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital,
alat-alat komunikasi, atau jaringan dengan maksud menemukan, mengevaluasi,
menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak,
cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi
dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan literasi digital, ada beberapa
hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah konten yang komunikatif dan
variatif, bertanggungjawab secara sosial, dan mampu membangun pengetahuan yang
lebih baik.
Konsep
dan pemahaman seperti di atas jika diaplikasikan ke dalam wilayah sekolah
adalah konsep yang sangat baik. Guru dan warga sekolah diharapkan mampu
memberikan contoh sehingga konsep literasi digital ini tidak hanya melulu untuk
murid, tetapi untuk semua warga sekolah. Ditilik dari skala kepentingannya,
literasi digital merupakan item yang perlu untuk dijaga ritme dan ketahanannya.
Sekolah dengan kebiasaan ber-literasi yang konsisten, bisa dipastikan
pengetahuan serta pola fikir warga sekolahnya akan lebih unggul.
B.
Alasan Melakukan
Aksi Nyata
Program
literasi digital di SMP Negeri 1 Banyumas mulai ditanamkan sejak dini,
maksudnya adalah sejak murid kelas VII (tujuh). Murid diperkenalkan dengan “good news and bad news”, murid diajak
untuk mengenali informasi-informasi yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Hal
ini untuk membantu memfilter terhadap informasi-informasi yang tidak benar dan
menyesatkan. Disamping itu, dengan literasi digital, diharapkan murid tidak
menjadi gaptek dan “panic IT syndrome”. Murid juga bisa
berkolaborasi dengan guru untuk membuat bahan literasi digital sendiri yang
bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Program ini bersifat long life time, artinya berlanjut terus
dan meningkat grade nya seiring
tingkat grade dari VII (tujuh) sampai
IX (Sembilan) sesuai kelasnya.
C.
Deskripsi Aksi Nyata
Dalam
implementasi aksi nyata, langkah-langkah yang penulis lakukan adalah sebagai
berikut :
1. Membuat
rancangan kerja dan jadwal penyampaian materi sampai kepada pengumpulan karya kader
literasi, kesepakatan dengan kader literasi adalah landasannya. (melatih
tanggungjawab)
2. Melakukan
sharing knowledge dengan rekan kerja
untuk menggali ide dan mendapatkan masukan serta kritik tentang minat siswa
3. Sosialisasi
aksi nyata yang akan dilaksanakan melalui group whatsaap dan memonitor proses
pelaksanaan aksi nyata tersebut dengan tetap membuka sesi tanya jawab
4. Menganalisa
hasil karya kader literasi dan mensosialisasikan kepada rekan guru untuk ikut
memberikan komentar penyemangat dan kritik yang membangun
5. Mengevaluasi
ketercapaian dengan melihat efek berupa meningkatnya respon siswa dalam
mengikuti proses pembelajaran (merasa dihargai karya dan kreasinya).
D.
HASIL AKSI NYATA
Tahapan aksi nyata :
Kader literasi dilatih melalui Diklat Penulisan Buku Non Fiksi Ber ISBN
Setelah Kader literasi dilatih melalui Diklat Penulisan Buku Non Fiksi Ber ISBN, mereka dilatih membuat web blog pribadi
Hasil Karya Kader Literasi, Berupa Buku Non Fiksi Ber ISBN
Hasil Karya Kader Lieterasi Webolog Pribadi
a. Diva
Salwa Anastha
https://divasalwaanastha.blogspot.com/
b. Habibah
Nur Azizah
https://hanzaidah.blogspot.com/
II.
PERASAAN / FEELING
Saya merasakan ada energi baru dan merasa bahagia bisa mengelola program
yang berdampak pada siswa. Saat siswa diajak berliterasi dengan cara mengikutkan
mereka pada kegiatan diklat kader lieterasi sehingga mereka bisa menghasilkan
karya buku non fiksi ber ISBN, kemudian siswa diajak berkolaborasi unjuk karya membuat
webblog pribadi. Saya mengajak siswa belajar berliterasi
digital. Berliterasi Digital dapat dilakukan melalui media sosial yang
mereka miliki. Aksi baik itu dapat dipublikasikan dengan
tujuan sebagai inspirasi, bukan pamer, berharap siswa meningkat daya pemahaman
bacanya (meningkat daya literasinya), mengapresiasi
karya siswa dengan menampilkannya di dalam wall information / papan tulis online di
dunia digital melalui webblog pribadi. Dan membuat pameran hasil karya buku kader
lieterasi sehingga lebih menanamkan rasa percaya diri mereka dalam
mengembangkan bakat literasi yang mereka miliki.
III.
PEMBELAJARAN / FINDING
Pembelajaran
yang saya dapat adalah saya dapat mengelola program yang berdampak pada murid
yaitu program literasi digital (webblog
dan pameran buku) Kader Literasi SMP Negeri 1 Banyumas. Ketika mereka diikutkan
kedalam kegiatan Diklat Penulisan Buku non fiksi Ber ISBN, dan siswa dapat
menuangkan bakat mereka menjadi senuah karya buku, serta dilatih membuat
webblog pribadi sehingga hasil tulisannya bisa berada pada media sosial mereka
dan di kolaborasikan / ditunjukkan perasaan mereka di dunia maya secara online. Pemahaman orang tua terhadap proses
pembelajaran di dunia digital perlu terus distimulus
dengan aksi nyata dan bermanfaat yang ditunjukkan langsung oleh siswa.
Orang tua pun dapat memonitor kegiatan anaknya dan
dapat ikut serta dalam memberikan semangat dan kritik yang membangun. Motivasi
anak dibangun perlahan dan pasti dengan sentuhan langsung orang tua di sekolah
dan orang tua di rumah.
IV.
PENERAPAN KE DEPAN
Memberikan pemahaman yang
lebih baik tentang manfaat dan bagaimana memanfaatkan media
sosial dan memanfaatkan fasilitas aplikasi-aplikasi di internet dalam proses
pembelajaran, berkolaborasi untuk membuat karya-karya
positif di dunia digital. Mengajak siswa berliterasi digital melalui
media sosial. Melakukan refleksi terhadap hasil aksi nyata untuk lebih
meningkatkan kodrat alamiah anak dan apresiasi terhadap hasil karya siswa.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar