Senin, 19 Juli 2021

CONTOH ASESMEN DIAGNOSIS NON KOGNITIF UNTUK SISWA SMP

 Contoh Asesmen Diagnosis Non Kognitif Untuk SMP





Asesemen diagnosis yang dilakukan diawal pembelajaran jarak jauh, dilakukan untuk melihat kondisi siswa baik secara non kognitif maupun secara kognitif. Asesmen diagnosis non kognitif di awal pembelajaran diberikan kepada siswa untuk mengetahui:

1. Kesejahteraan psikologi dan emosional siswa
2. Aktivitas siswa selama belajar di rumah
3. Kondisi keluarga siswa

Kali ini, Saya akan berbagi contoh asesmen diagnosis non kognitif untuk SMP. Mari kita pelajari....

Selamat pagi. 
Hai anak-anak yang keren dan kece, apa kabar semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat ya. Sebelum kita memulai pembelajaran di awal tahun ini, boleh dong Bapak, tanya-tanya sedikit.... Boleh ya.

Sebelum menjawab, perhatikan dulu beberapa pernyataan berikut ini!

Pertanyaan ini bukan pertanyaan ujian atau ulangan. Jawaban pertanyaan yang kalian berikan tidak ada jawaban yang benar atau salah. Jawaban kalian bersifat terbuka artinya bukan jawaban rahasia. Jawaban yang kalian berikan harus jujur dan tidak ada kaitannya dengan nilai rapor. Jawaban yang kalian berikan tidak memiliki skor atau mengandung penilaian.

Setelah memahami pernyataan di atas, yuk mulai menjawab ya, siapkan kertas dan pensilnya.

  1. Aktivitas atau kegiatan apakah yang sering kamu lakukan di rumah saat pandemi sekarang ini?
  2. Bagaimanakah perasaanmu saat melakukan aktivitas tersebut?
  3. Ceritakan dengan singkat bagaimana suasana di rumahmu saat pandemi ini?
  4. Selama pandemi ini kamu Belajar dari Rumah (BDR). Bagaimana perasaanmu saat Belajar dari Rumah?
  5. Bagaimana cara mengajar Bapak, Ibu Gurumu dalam belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh?
  6. Apakah kebutuhan untuk belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh seperti kouta internet, memiliki HP sendiri, atau kuota internet cukup sudah terpenuhi?
  7. Keluhan apa yang ingin kamu sampaikan berkaitan dengan belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh?
  8. Pembelajaran seperti apa yang kamu inginkan dalam Pembelajaran Jarak Jauh di semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 ini?
  9. Apa kesulitan yang kamu alami saat Pembelajaran Jarak Jauh?
  10. Bagaimanakah cara kamu mengatasi kesulitan dalam Pembelajaran Jarak Jauh?

Cukup sekian pertanyaannya. Mudah, bukan? Selamat menjawab.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas pada buku tulis/kertas folio/kertas HVS. 
Unggah hasil foto pekerjaanmu melalui Whatsapp Grup kelas atau Google Classroom.

Selain asesmen diagnosis non kognitif dalam bentuk pertanyaan, 
Bapak, Ibu juga bisa memberikan gambar-gambar ekspresi emosional kepada siswa, meminta mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka selama belajar dari rumah, meminta siswa untuk mengekspreiskan perasaan tersebut dengan bercerita, melalui tulisan atau lukisan, serta mengidentifikasi siswa-siswa yang memilih emosi negatif. 

Selamat mencoba, Bapak, Ibu.

Kamis, 01 Juli 2021

AKSI NYATA MODUL 3.3 PROGRAM LITERASI DIGITAL (WEBBLOG DAN PAMERAN BUKU) KADER LITERASI SMP NEGERI 1 BANYUMAS ARIS BUDIASONO – CGP BANYUMAS

 I.       PERISTIWA / FACT

A.   Latar Belakang

Literasi Digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dengan maksud menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pengembangan literasi digital, ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah konten yang komunikatif dan variatif, bertanggungjawab secara sosial, dan mampu membangun pengetahuan yang lebih baik.

Konsep dan pemahaman seperti di atas jika diaplikasikan ke dalam wilayah sekolah adalah konsep yang sangat baik. Guru dan warga sekolah diharapkan mampu memberikan contoh sehingga konsep literasi digital ini tidak hanya melulu untuk murid, tetapi untuk semua warga sekolah. Ditilik dari skala kepentingannya, literasi digital merupakan item yang perlu untuk dijaga ritme dan ketahanannya. Sekolah dengan kebiasaan ber-literasi yang konsisten, bisa dipastikan pengetahuan serta pola fikir warga sekolahnya akan lebih unggul.

B.   Alasan Melakukan Aksi Nyata

Program literasi digital di SMP Negeri 1 Banyumas mulai ditanamkan sejak dini, maksudnya adalah sejak murid kelas VII (tujuh). Murid diperkenalkan dengan “good news and bad news”, murid diajak untuk mengenali informasi-informasi yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat. Hal ini untuk membantu memfilter terhadap informasi-informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Disamping itu, dengan literasi digital, diharapkan murid tidak menjadi gaptek dan “panic IT syndrome”. Murid juga bisa berkolaborasi dengan guru untuk membuat bahan literasi digital sendiri yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Program ini bersifat long life time, artinya berlanjut terus dan meningkat grade nya seiring tingkat grade dari VII (tujuh) sampai IX (Sembilan) sesuai kelasnya.

 

C.   Deskripsi Aksi Nyata

Dalam implementasi aksi nyata, langkah-langkah yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

1.  Membuat rancangan kerja dan jadwal penyampaian materi sampai kepada pengumpulan karya kader literasi, kesepakatan dengan kader literasi adalah landasannya. (melatih tanggungjawab)

2.  Melakukan sharing knowledge dengan rekan kerja untuk menggali ide dan mendapatkan masukan serta kritik tentang minat siswa

3.  Sosialisasi aksi nyata yang akan dilaksanakan melalui group whatsaap dan memonitor proses pelaksanaan aksi nyata tersebut dengan tetap membuka sesi tanya jawab

4.  Menganalisa hasil karya kader literasi dan mensosialisasikan kepada rekan guru untuk ikut memberikan komentar penyemangat dan kritik yang membangun

5.  Mengevaluasi ketercapaian dengan melihat efek berupa meningkatnya respon siswa dalam mengikuti proses pembelajaran (merasa dihargai karya dan kreasinya).

 

D.   HASIL AKSI NYATA

Tahapan aksi nyata :

Kader literasi dilatih melalui Diklat Penulisan Buku Non Fiksi Ber ISBN




Setelah Kader literasi dilatih melalui Diklat Penulisan Buku Non Fiksi Ber ISBN, mereka dilatih membuat web blog pribadi




Hasil Karya Kader Literasi, Berupa Buku Non Fiksi Ber ISBN




Hasil Karya Kader Lieterasi Webolog Pribadi

a.    Diva Salwa Anastha

https://divasalwaanastha.blogspot.com/ 



b.    Habibah Nur Azizah

https://hanzaidah.blogspot.com/   

 Melakukan Pameran Hasil Karya Kader Lieterasi di Sekolah





II.     PERASAAN / FEELING

Saya merasakan ada energi baru dan merasa bahagia bisa mengelola program yang berdampak pada siswa. Saat siswa diajak berliterasi dengan cara mengikutkan mereka pada kegiatan diklat kader lieterasi sehingga mereka bisa menghasilkan karya buku non fiksi ber ISBN, kemudian siswa diajak berkolaborasi unjuk karya membuat webblog pribadi. Saya mengajak siswa belajar berliterasi digital. Berliterasi Digital dapat dilakukan melalui media sosial yang mereka miliki. Aksi baik itu dapat dipublikasikan dengan tujuan sebagai inspirasi, bukan pamer, berharap siswa meningkat daya pemahaman bacanya (meningkat daya literasinya), mengapresiasi karya siswa dengan menampilkannya di dalam wall information / papan tulis online di dunia digital melalui webblog pribadi. Dan membuat pameran hasil karya buku kader lieterasi sehingga lebih menanamkan rasa percaya diri mereka dalam mengembangkan bakat literasi yang mereka miliki.

  

III.    PEMBELAJARAN / FINDING

Pembelajaran yang saya dapat adalah saya dapat mengelola program yang berdampak pada murid yaitu program literasi digital (webblog dan pameran buku) Kader Literasi SMP Negeri 1 Banyumas. Ketika mereka diikutkan kedalam kegiatan Diklat Penulisan Buku non fiksi Ber ISBN, dan siswa dapat menuangkan bakat mereka menjadi senuah karya buku, serta dilatih membuat webblog pribadi sehingga hasil tulisannya bisa berada pada media sosial mereka dan di kolaborasikan / ditunjukkan perasaan mereka di dunia maya secara online. Pemahaman orang tua terhadap proses pembelajaran di dunia digital perlu terus distimulus dengan aksi nyata dan bermanfaat yang ditunjukkan langsung oleh siswa. Orang tua pun dapat memonitor kegiatan anaknya dan dapat ikut serta dalam memberikan semangat dan kritik yang membangun. Motivasi anak dibangun perlahan dan pasti dengan sentuhan langsung orang tua di sekolah dan orang tua di rumah.

 

IV.   PENERAPAN KE DEPAN

Memberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan bagaimana memanfaatkan media sosial dan memanfaatkan fasilitas aplikasi-aplikasi di internet dalam proses pembelajaran, berkolaborasi untuk membuat karya-karya positif di dunia digital. Mengajak siswa berliterasi digital melalui media sosial. Melakukan refleksi terhadap hasil aksi nyata untuk lebih meningkatkan kodrat alamiah anak dan apresiasi terhadap hasil karya siswa.

CONTOH ASESMEN DIAGNOSIS NON KOGNITIF UNTUK SISWA SMP

 Contoh Asesmen Diagnosis Non Kognitif Untuk SMP Asesemen diagnosis yang dilakukan diawal pembelajaran jarak jauh,  dilakukan untuk melihat ...